Saya lahir dari keluarga yang berprofesi sebagai PNS, namun semenjak lulus SMA saya tidak pernah punya keinginan untuk menjadi seorang pegawai pemda seperti ayah saya. Karena punya hobi menggambar dan main musik, setelah lulus SMA saya meneruskan kuliah mengambil jurusan desain grafis selama 2 tahun. Setelah wisuda saya sempat menganggur sampai 5 bulan karena saking sulitnya mencari lapangan pekerjaan sesuai keahlian yang saya miliki pada saat itu. Iseng-iseng saya mendaftar sebagai karyawan toko dan akhirnya saya diterima untuk bekerja. Mula-mula memang terasa nyaman bekerja sebagai seorang keryawan toko, hingga saya dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi menduduki jabatan kepala toko. Saat itu saya masih lajang, sehingga gaji yang saya dapat juga masih sangat cukup untuk pemenuhan kebutuhan saya sehari-hari. Setelah 3 tahun saya bekerja saya memutuskan untuk menikah dan saat ini saya sudah mempunyai 1 anak.
Lambat laun kami mulai merasakan biaya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi semakin bertambah banyak, harga barang kebutuhan pokok semakin lama juga bertambah mahal sedang gaji yang saya terima tiap bulan tidak mengalami perkembangan yang sejalan dengan kondisi itu. Hutang semakin menumpuk hanya untuk menutup biaya pemenuhan kebutuhan harian keluarga saya, sampai jatah makan saya pun harus saya kurangi 1 kali dalam sehari supaya pengeluaran kami bisa jadi lebih ekonomis. Saya hanya berprinsip asal anak istri saya tetap bisa makan 1 hari 3 kali, brarti saya harus bisa lebih ekonomis dalam hal pemenuhan kebutuhan pribadi setiap hari.
Lambat laun kami mulai merasakan biaya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi semakin bertambah banyak, harga barang kebutuhan pokok semakin lama juga bertambah mahal sedang gaji yang saya terima tiap bulan tidak mengalami perkembangan yang sejalan dengan kondisi itu. Hutang semakin menumpuk hanya untuk menutup biaya pemenuhan kebutuhan harian keluarga saya, sampai jatah makan saya pun harus saya kurangi 1 kali dalam sehari supaya pengeluaran kami bisa jadi lebih ekonomis. Saya hanya berprinsip asal anak istri saya tetap bisa makan 1 hari 3 kali, brarti saya harus bisa lebih ekonomis dalam hal pemenuhan kebutuhan pribadi setiap hari.
Dengan sedikit cerita diatas, kami tetap tidak lupa untuk selalu bersyukur atas semua rahmat yang sudah kami dapat setiap hari. Mungkin semua ini memang hanya sebuah ujian yang akan berbuah kebaikan di masa mendatang dalam kehidupan keluarga kami. Saya tidak akan pernah putus asa untuk menjalani hidup ini, asal kita punya visi kedepan yang jelas, asal kita masih memiliki mimpi-mimpi yang belum menjadi kenyataan, saya yakin bahwa Tuhan akan selalu memberi kita petunjuk dimana pada saanya nanti kita pasti akan memetik hasil buah yang sangat ranum dalam kehidupan ini. Amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar